Peliknya kehidupan
Sedikit flash back akhir - akhir bulan juni dan awal juli ini, banyak sekali kejadian yang tak menentu disekitar saya. Dimulai dengan cerita tentang kisah cinta teman saya di lingkungan kerja yang kandas karena terlibat orang ketiga di tempat kerja juga, serta adanya pencalonan rektor di kampus yang sangat trending topic di lingkungan kerja juga.
Sebenarnya saya berusaha tak memedulikan hal ini, karena saya pun sedang fokus untuk program dosen magang esok di Bandung. Tapi apa daya, aku harus mendengar dan melihat sendiri apa yang terjadi di lingkungan sekitar saya kerja dulu, mungkin ini namaya pelik kehidupan. hahahaha...
Teman saya dikecewakan dengan ex karena dia gampang banget kepincut sama wanita lain, dan kenapa saya kecewa dengan ex tsb, karena dia berjanji dengan teman saya ini untuk menikah didepan ortunya dan mohon maaf mereka berbeda agama makanya tak disetujui, namun ex ini bersikeras untuk menikah dengan teman saya itu. Lalu apa yang terjadi itu semua hanya omongan manis saja, dia mengakhiri hubungan dengan alasan ortu tak menyetujui, tapi kenapa tak diputuskan lebih awal, ternyata ex sudah bersama dengan wanita lain sebelum ex mengakhiri dengan teman saya ini. butuh waktu lama untuk teman saya menerima kenyataan tersebut, hingga saya pun hanya bisa menghibur dia.
Apa yang bisa saya ambil dari kejadian ini, ya jangan percaya omongan lelaki jika dia tidak membawa seluruh keluarganya untuk bertemu dengan orang tua kita, itu palsu hanya hayalan belaka, semoga keturunan saya nanti dilindungi dari orang-orang yang berniat jahat kepadanya, aamiin.
Peliknya kehidupan juga saya rasakan ketika saya melihat kepada orang-orang yang gila jabatan, dan juga takut kepada pimpinan. untuk apa kita bekerja dengan rasa takut seperti itu, apakah takut kehilangan pekerjaan? padahal Allah yang memberikan rezeki, Allah yang memberikan dia kehidupan. Saya pun mendapatkan cerita dari orang tua saya, jika kita berada di atas, pasti terpaan angin semakin kuat, dan kamu harus bersikap seperti apa? apakah menyerah dan menggantikan posisi tersebut dengan yang lain atau bertahan hingga menunggu terpaan angin tersebut berlalu? banyak yang tidak menyukai kita, apa yang kita lakukan apa yang kita ucapkan pasti banyak yang tidak suka jika kita lebih unggul dari mereka. Lalu apa yang harus dilakukan? ya sikap kita kepada mereka seperti apa? dan libatkan sang Maha Kuasa dalam kehidupan ini.
Saya membayangkan Nabi Muhammad SAW, ketika menyebarkan agama islam kala itu. Islam lahir dalam keadaan asing, dihujat oleh masyarakat mekah, dan harus melalui perang yang sangat pelik untuk tetap menyebarkan islam keseluruh penjuru bumi. Tapi Nabi selalu mengadu kepada Allah atas apa yang terjadi, karena apa yang Beliau kerjakan adalah perintah Allah, Tuhan alam semesta. Allah Maha Adil, percaya Allah akan membantu kita jika kita dalam kesulitan, karena Allah memberikan ujian kepada hambanya sesuai dengan batas kemampuannya. dan Allah sayang dengan hambanya. Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.Semoga Saya selalu dalam limpahan rahmat Nya selalu.
Peliknya kehidupan bisa diatasi dengan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapinya. Insya Allah akan berbuah manis nanti..
(Menulis ini sembari mendengarkan lagu Rindu dan Surga dari Duta Pamungkas, sekilas lirik dibawah ini)
Biarkan Riuh menyepi
sepi menyapa
biarlah hangat menepi
rindu yang kelana
dan mentari
tersenyum lagi
hangati hati
tuk kembali
resapi embun pagi
terhanyut mimpi
dan abadi
adakah diri mengerti
surgakah jiwa
adalah hati menanti
Rindu dan Surga
dan mentari
tersenyum lagi
hangati hati
tuk kembali
resapi embun pagi
terhanyut mimpi
dan abadi
lukisan pelangi
Lampung Selatan, 6 Juli 2018
Komentar